Setelah cukup kenyang dengan mitos seputar percintaan di
Candi Cetho, saya melanjutkan perjalanan ke Perkebunan Teh kemuning. Sepanjang
perjalanan tercium bau teh yang segar, warna hijau, dan hamparan kebun teh
seperti buku gambar anak SD hehe...
Banyak ibu pemetik teh yang membawa keranjang, tak lupa saya
sempatkan narsis disana. Kalo boleh milih pindah rumah daerah sana mungkin
asyikkkk karena hawanya ademmm tidak panas sama sekali.
Setengah perjalanan saya menjumpai Rumah Teh yang biasa
temen2 saya upload di sosial media, lalu mampir deh supaya terkesan kekinian
dan gaul (rin, plisss deh).... yeayyyy Rumah Teh “Ndoro Dongker”
Ndoro dalam bahasa jawa artinya tuan, mungkin yang dimaksud
itu punya juragan teh jaman dahulu kala haha (sotoyyyyy)..
Setelah membuka menu
saya putuskan milih satu teko teh kesukaan saya “peppermint tea” dan secangkir
earl grey. Rasanya fresh karena asli dari daun teh bukan kemasan sachet,
mungkin sudah dicampur dg ramuan khusus sehingga rasanya enak sekali. Minum
teh, cemilan, obrolan santai dan tempat yg asyik (dikelilingi kebun teh)
rasanya ademmmm banget.
Saya sangat senang dan puas dengan perjalanan kali ini,
apalagi tempat minum teh yang asikkk yang membuat saya kembali hanya untuk
nyoba minum teh “lavender”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar