7 Januari 2015

Rumah Teh "Ndoro Dongker"



Setelah cukup kenyang dengan mitos seputar percintaan di Candi Cetho, saya melanjutkan perjalanan ke Perkebunan Teh kemuning. Sepanjang perjalanan tercium bau teh yang segar, warna hijau, dan hamparan kebun teh seperti buku gambar anak SD hehe...



Banyak ibu pemetik teh yang membawa keranjang, tak lupa saya sempatkan narsis disana. Kalo boleh milih pindah rumah daerah sana mungkin asyikkkk karena hawanya ademmm tidak panas sama sekali.
Setengah perjalanan saya menjumpai Rumah Teh yang biasa temen2 saya upload di sosial media, lalu mampir deh supaya terkesan kekinian dan gaul (rin, plisss deh).... yeayyyy Rumah Teh “Ndoro Dongker”
Ndoro dalam bahasa jawa artinya tuan, mungkin yang dimaksud itu punya juragan teh jaman dahulu kala haha (sotoyyyyy).. 

 Setelah membuka menu saya putuskan milih satu teko teh kesukaan saya “peppermint tea” dan secangkir earl grey. Rasanya fresh karena asli dari daun teh bukan kemasan sachet, mungkin sudah dicampur dg ramuan khusus sehingga rasanya enak sekali. Minum teh, cemilan, obrolan santai dan tempat yg asyik (dikelilingi kebun teh) rasanya ademmmm banget.  



Saya sangat senang dan puas dengan perjalanan kali ini, apalagi tempat minum teh yang asikkk yang membuat saya kembali hanya untuk nyoba minum teh “lavender”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar