Dikarenakan sukses dengan pertunjukan wayang 1 dan 2 dengan pemain wayang adalah anak sastra sendiri kamipun mengadakan acara wayang 5 bahasa, keren bukan judulnya?
Oiyaa ini adalah wayang kulit, diantara kami ada yang jadi dalang, pengisi suara, sinden, dan kami sekelompok pemain gamelan. Ya kami, Nikimuzieku.
Nama Nikimuzieku kami ambil melalui kesepakatan bersama. Mulailah kami berlaih wayang tiap sore, berlaih gamelan dengan nada-nada baru.
Tiap sore kami berkumpul, angkut2 gamelan, beli Sari Roti Coklat kesukaan kami dan tak lupa jagung serut keju susu ( jadi lapeerrr) berlatih sampe maghrib dan malem, puasa pun kami tetap berlatih demi acara kebanggan itu.
Mulai dari ngantuk, bete, capek, sakit sudah kami jalani. Bahasa yang kami pakai adalah Inggris tentu saja, Indonesia untuk sedikit guyonannya, Jawa untuk lagunya, Belanda dan Mandarin. Untuk mandarin kami tak perlu kerja sama karna sebagian mahasiswi sastra bisa bahasa mandarin, dan untuk bahasa belanda kami kerja sama dengan AKABA.
Dialog mayoritas adalah inggris, mandarin, belanda jadi ada 3x pertunjukan. Main gamelan juga tentu saja 3x hehe.. Tangan- tangan mungil kami sudah terampil memainkan gamelan sampe rasanya tangan kami lengket dengan gamelan karna capeknya.
Walaupun begitu kami senang berlatih setiap hari karna acara ini acara besar bagi kami karna akan tercatat di museum MURI Indonesia. Tahun sebelumnya fakultas sastra juga mendapatkan rekor MURI dalam pembacaan puisi selama 75 jam (kalo gak salah)
Sebelum hari H kami mendapatkan kabar kalau tamu kami dari UGM akan datang dan ada permintaan kolaborasi dengan mbak Maya, beliau turunan jepang tetapi warga negara Amerika. Beliau mahir dalam memainkan TAIKO, gendang besar yang dimainkan dalam perayaan di Jepang. WOW, ini sungguh tantangan sekali.
Karna kami gak punya Taiko tentu daja mba Maya akan menggunakan kendang biasa, dan kami diberi not baru :/ latihan sekitar 5x kami bisa menghapal not tersebut. Keesokan harinya kami gladi resik dengan mba Maya dan owsommm sekali pertunjukan mba Maya ketika itu. Kamipun tak mau kalah, harus bisa sebanding dengan permainan mba Maya.
Ketika acara tersebut banyak tamu-tamu penting dan kami bangga sekali dengan pertunjukan kami. Dari pihak UGM Fakultas Ilmu Budaya juga membawakan wayang hasil kreasi mereka dengan logat daerah bengkulu, keren sekali.
Pertunjukan kami tak akan berhail tanpa kerjasama semua pihak, dan keluarga besar Sastra.
04/07/2013 14:05
![]() |
| Nikimuzieku 1st edition |
![]() |
| Sastra UNIKA dan Sastra UGM |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar