6 Juli 2013

"Nikimuzieku" bukan hanya milik kami saja

Semenjak sukses dalam acara "Wayang 5 Bahasa" dan telah di inspirasi oleh keahlian mba Maya dalam memainkan Taiko, kami anggota Nikimuzieku khususnya hanya gamelan yang terdiri dari Demung (rina) Saron (etta) Peking (anita) berkolaborasi dengan beberapa kendang yang dimainkan oleh anak laki-laki.

Awalnya kesusahan karena ini kendang dan bukan akan dimainkan sebagai kendang melainkan pengganti kendang Taiko yang konon harga per kendangnya 6jt'an. Dan kendang ini juga bukan drum yang enak ditabuh menggunakan stick drum, alhasil salah ketukan, salah intonasi, ga sinkron antara kendang dan gamelan sudah biasa terjadi. Tetapi kami gak berhenti disitu untuk nyerah, kami mencoba terus mencari ketukan yang pas dengan suara dari gamelan. Mulailah dari lagu yang sudah ada, sampai kami mencoba mencari nada lagu- lagu yang gampang seperti gundul pacul yang memang tidak ada di list kami.
Setelah belajar terus hampir tiap sore kami mulai lancar memainkannya, tetapi tetap saja maih ada beberapa kesalahan kecil. 

Siapa sih yang kenal Nikimuzieku? Siapa sih yang tau apa itu Nikimuzieku? Mulailah kami mem'branding kan diri, susah sih tapi kami gak pantang menyerah. 
Dimulai dari acara fakultas kami main, lalu sempat disuruh ngisi ultah fakultas lain juga, diundang universitas lain seperti Undip dan Udinus di acara festival Jepang yang mereka buat. Itu sudah cukup membuat kami bangga sekali walaupun hanya sekedar ucapan terima kasih.
Lagu yang kami mainkan juga sudah mulai beragam, karna kami uji coba sendiri. Kalau lagunya itu- itu saja mungkin penonton yang pernah melihat kami akan langsung males.

Pemain Taiko pun juga berubah-berubah karna tidak semua bisa, jadi kami mengajarkan kepada siapa saja yang mau gabung, termaduk pemain gamelan juga ada re generasi. Banyak adek kelas yang berminat, lagipula kami yang kakak kelas ini sudah mulai sibuk dengan urusan proposal skripi ketika itu.

Dari re generasi yang baik ini muncullah talent yang baik pula, mungkin sudah ada 5 re generasi yang terjadi, dan sekarang orang mengenal siapa Nikimuzieku, darimana Nikimuzieku. Dan mulai kebanjiran job diundang sana sini, tidak cuma acara fakultas, universitas, bahkan diluar kegiatan akademik seperti di tempat oleh- oleh Kampung Semarang mereka pun ada. Terakhir prestasi yang cukup membanggakan adalah ketika mereka berkolaborasi dengan band dari Belanda "Awkward I" dan mereka juga diundang main di kedutaan Belanda di Jakarta. WOW, very proud them and also I am the part of them.


05/07/2013
Seperangkat Gamelan
 Undangan pertama keluar Universitas, dari Sastra Jepang UNDIP
 
Pembuka "Kiai Kanjeng" 


main di Teknologi Pangan


pertunjukan terakhirku dalam Nikimuzieku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar