2 Juli 2013

Aku Mencintaimu, Sastra

Pernah terpikir ketika aku SMA untuk kuliah, tapi kuliah apa?
Kuputuskan di Semarang karna ada masku. Iya karna aku memilih di Jogja tidak boleh. Dengan berat hati mulai mikir mau ambil jurisan apa. Cuma 1 yang terpikir ketika itu, NO itung- itungan karna aku benci matematika.
Lalu apa mata pelajaran yang aku sukai? Oh, Biologi. Baiklah aku daftar UM ( ujian mandiri) di undip. Unlucky, sebelum hari H tes aku jajan sembarangan, masih inget banget es pisang ijo yang bikin tenggorokanku ini seperti dimaukin biji kedondong. Alhasil aku batuk- batuk selama tes dan konsentrasi buyar.
Berbekal pengetahuan seadanya tanpa tau kalo UM itu sumbangannya agak gede, yaelah aku nulisnya cuma 5jt hehe... Di coretlah tanpa liat hasilnya.
Baiklah aku gagal.

Rencana kedua milih di UNIKA, gak tau mau ambil apa. Gak ada biologi dan yag mendekati adalah teknologi pangan, duh apaan coba ini masak- maak pikirku ketika itu. Pilihan pertama Sastra Inggris dan kedua ilmu komputer. Dengan pede milih ilmu komputer padahal pas SMA selalu nyontek tiap ujian praktek komputer :/
Dan ketrima sebagai mahasiswi Sastra Inggris Unika Soegijapranata Semarang, seneng banget karna gak akan ada itung-itungan di kuliah.
Kuliahku biasa saja gak ada yang bisa dibanggakan dalam hal akademik, yah aku bukan mahasiswi yang rajin, rajin belajar atau cari muka hehe..
Tetep aja kebiasaan SKS (sistem kebut semalam) berlaku di bangku kuliah, tugas ya gitu doank dan gak pernah nyentuh namanya perpustakaan. 
Nilai pas pasan, kegiatan extrakurikuler ya males, pokoknya jadi mahasiswi yang biasa tapi tetep gaul dan banyak fans (yakali) 
Semester 5 harus milih jurusan antara linguistik dan literature, secara dosen literature asik dan aku ya ngerti kuputuskan ambil Literature.
Mulai bejibun novel yang harus aku baca, harus aku analisa, puisi pula, tak lupa mbah google setia menemani ketika mentok gak punya ide :/
Tapi anehnya kenapa aku justru mulai tertarik sastra indonesia, puisi-puisi penyair Indonesia mulai aku baca walaupun sudah lupa siapa aja.

Karna kesukaanku terhadap puisi mulailah aku berteman dengan beberapa penyair dan pekerja seni lain, ya walaupun tidak aktif teater (nyesel) mulai dari pertemanan di media sosial sampai bertemu langsung.
Dan akupun jadi anak angkat Timur Sinar Suprabana, yang aku panggil daddy karna tanggal lahir beliau sama persis dengan bapak, 4 Mei.
Berawal kedekatan dengan daddy, akupun mulai mengenal siapa itu om Handry TM, Sitok Srengenge, Goenawan Mohammad dan beberapa penyair besar lainnya. Tak jarang daddy selalu mengajakku ke acara2 beliau bersama Gus Mus dan om Sitok dan bertemu dengan pecinta sastra lainnya (banyak banget) 
Bahkan dari pertemanan di sosial media bisa menjadikan saudara seperti sekarang ini. Mulai banyak penyair yang aku suka, tulisan mereka menurutku emas sebuah karya yang mahal harganya. Aku juga suka #FatwaRindu Gus Candra Malik dan tulisan om Joko Pinurbo.

Aku sampai sekarang masih berkeinginan nonton pertunjukan di Salihara, selalu saja gagal tiap kali berencana kesana.
Semoga waktu menuntunku kesana :)

02/07/2013 08:29


Tidak ada komentar:

Posting Komentar