Memilih title ini bukan tanpa alasan, ya seperti kutipan dari Robert Frost ini
Two roads diverged in a wood, and I
took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
Aku suka kutipan dari puisi Robert Frost karena maknanya memang pas dengan momen sekarang ini.
Ada banyak jalan untuk mencapai kesuksesan, pun dengan apa yang aku pilih sekarang ini.
Mungkin sebagian orang mengira aku ini sedikit tak waras atau bahkan melihat dengan sebelah mata saja.
Aku tak begitu peduli dengan kata orang, walaupun ini pilihan yang sangat berat untukku, untuk karirku yang sedang bagus ( ya aku pikir cukup banyak promosi)
Aku bukan tanpa alasan memutuskan hal penting ini, sudah lama aku pikirkan, dengan banyak pertimbangan ini dan itu. Berat, memang tapi harus.
Bahkan sejak setahun yang lalu sudah aku putuskan. Namun gagal ditengah jalan karna aku belum siap betul dengan konsekuensi yang aku pilih.
Bismillah, Nawaitu Fillah. Aku Berhijab karna Allah Ta'ala.
Mungkin kedengerannya agak lucu, Rina? Yakin?
Banyak pertanyan-pertanyaan untukku, banyak pula yang mendoakan. Alhamdulillah banyak support makin kesini.
Setahun yang lalu akupun berhijab setelah resign dari Crowne Plaza Hotel tempatku bekerja sebagai Reception, sebulan berlalu dan aku berhijab. Karena hampir setiap hari aku bekerja, kemudian harus di kos saja itu membuatku stress. Awal resign seneng, bisa dolan kemana aja, bisa jalan- jalan sepuasnya tapi kerja itu memang beda rasanya daripada pengangguran.
Menunggu adalah hal yang paling menyebalkan di dunia ini, aku resign tanpa pegangan cuma modal ga tahan aja sama shift malam di tempatku bekerja.
Bodohnya, aku juga ga niat nglamar kerjaan. Lepas 1 bulan aku mulai nglamar kerjaan karna udah makin stress. Bukan cuma pikiran aja sih tapi badanpun ikutan sakit, aku harus dirawat karna tipus'ku kambuh.
Akhirnya ada rekan kerja di hotel dulu nawarin buat nglamar di hotel tempat beliau bekerja, Alhamdulillah ada kerjaan pikirku dalam hati tapi kenapa harus hotel lagi? Sedangkan aku sudah mulai belajar berhijab. Apa maksud semua ini? Aku mikir sampai sakit lagi dan akhirnya kuputuskan untuk ambil tawaran itu dan bekerjalah aku sebagai Sales Executive di Santika Premiere Hotel dan menanggalkan hijabku. Pekerjaan yang cukup membanggakan menurutku, belum ada setahun aku bekerja sudah bisa naik posisi.
Hampir setahun berlalu, ternyata niatan pakai hijab tidak hilang. Ketika melihat seorang wanita memakai hijab, pengen rasanya pakai hijab lagi, menutup aurat seperti dulu. Aku hanya berdoa semoga ada kesempatan dan jalan menuju kesana.
Aku memulainya dengan mengurangi pakai baju berlengan pendek ataupun tidak berlengan :/ dan juga pakai celana pendek. Berbulan bulan berlalu, pikiran untuk berhijab muncul lagi. Bingung ketika itu karna banyak ambisi yang harus aku kejar, banyak impian yang belum terlaksana. Dengan posisiku sebagai Sales sebuah hotel yang namanya cukup terkenal di Indonesia tidak akan sulit bagiku untuk mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dari ini. Akupun juga yakin banyak posisi menarik diluar sana, banyak tawaran untukku bahkan ada tawaran sebagai assistant sales manager. WOW
Aku juga belum menginjakkan kaki di Jogja dan Bali, lalu aku harus gimana? Banyak sekali pikiran-pikiran yang muncul, aku terus mohon agar aku diberi jalan yang terbaik.
Banyak sekali pertimbangan ketika itu, aku sudah capek kerja dengan memakai rok pendek yang sexy, ya sexy karna rok itu ketika aku pakai terlihat minim padahal temenku lain nggak padahal sama ukuran panjangnya, mungkin kakiku ini seperti walang :/
Aku harus berdandan tiap hari untuk tampil cantik, cantik memang kewajiban setiap wanita, siapa juga yang mau terlihat kusam seperti tak terawat? Tapi aku capek, kenapa sih berdandan gak biasa aja? Aku harus ketemu klien yang kadang "jail" dan aku harus bersikap biasa aja. Sebagai seorang wanita muslim aku risih, berkali kali aku pengen nangis tapi aku tahan. Bekerja harus profesional tapi terkadang ada saatnya kita mengeluh dan tidak kuat. Aku memang bandel tapi itu dulu, Rina yang sekarang jauh berbeda dengan yang dulu. Atau mungkin karna umur? :/
Anyway aku resign tanpa tujuan lagi. Again?
Aku memutuskan berhijab dengan segala ketentuannya. Mungkin aku bukan seseorang yang baik, tetapi aku berusaha menjadi orang yang baik. Umurku sudah hampir seperempat abad, 24th. Mau sampai kapan aku huru hara? Mau sampai kapan aku hidup hanya mengejar ambisi semata? Mau sampai kapan aku memperlihatkan aurat kepada orang yang bukan muhrim?
Ada pepatah mengatakan " ketika anak perempuan 1 langkah keluar rumah tanpa penutup aurat, ketika itu dia menghantarkan bapaknya 1 langkah menuju pintu neraka" dan sekarang bapakku sudah meninggal, dan beliau harus menanggung dosaku yang tidak memakai penutup aurat ini? Sungguh hina aku sebagai anak. Terlebih lagi nanti ketika aku bersuami, harus bisa menjaga harga diri suami, suami pun ikut menanggung apa yang diperbuat istri selama di dunia. Lalu apa yang bisa diajarkan kepada anak? Kalo ibunya saja tak pandai menjaga diri? Apa yang dikenakan ibunya pasti anak akan meniru. Apa yang akan kau kenakan kelak itu yang akan dikenakan anakmu. Mungkin aku berfikir terlalu jauh, tapi ini kenyataan yang akan terjadi di masa mendatang. Aku hanya berusaha menjadi orang baik karna mungkin di masa lalu aku telah banyak dosa.
Memilih pekerjaanpun aku harus selektif, jangan hanya karna gaji besar lalu harus buka hijab lagi. Walopun diluar sana banyak tawaran menarik, insyaalloh aku masih kuat. Semoga saja gak sampe stress parah :(
Ada seorang teman menawariku pekerjaan yang aku bisa pakai hijab, rasanya sudah ada pegangan dan tenang tetapi nyatanya tidak mulus seperti yang dijanjikan, ada hal yang aku tak bisa ceritakan yang intinya aku gak bisa gabung dengan dia dan nglepas kerjaan itu.
Lagi lagi aku mengalami hal seperti ini, lagi lagi aku harus berada di posisi ini, lagi lagi aku harus menjadi pengangguran.
Kenapa harus aku Tuhan? Cobaan apalagi ini? Aku sudah apply di beberapa tempat tetapi belum ada hasil.
Aku cuma menanamkan prinsip SABAR pada diriku. Sabar dalam menjalani cobaan ini, sabar dalam menunggu, sabar dalam segala hal. Terlebih ketika beberapa orang tanya sekarang kerja dimana?
Keluarga sudah tau bahwasanya aku nglepas kerjaan dan dengan alasan yang logis aku sampaikan, sepertinya mereka mengerti dan agaknya sedikit kasian padaku. Terkadang ngajak jalan biar aku ga stress karna mereka tau ketika aku stres, tipusku kambuh :(
Aku berusaha untuk ga stres, berusaha ikhlas dan pasrah apa yang telah ditetapkan padaku. Hanya doa doa yang bisa aku langitkan.
Semoga ada jalan terbaik untukku, semoga berkah ramadhan ada untukku. Dan semoga support untukku tak henti sampai disini, aku masih berharap banyak support untukku karna jujur aku belum kuat untuk berada di posisi ini.
Bismillah, semoga ridho Alloh ada untukku.
01/07/2013 22:02