Tak ada awal..
Sungguh aku tak tahu kapan mulainya dan memulai dari mana..
Begitu saja dan mudah..
Saling menyapa dan bercerita..
Hanya itu,,
Tapi kenapa terasa lebih penting?? Mungkin biasa dan banyak
tapi tidak kali ini..
Akupun sangat sulit untuk mengungkap apa dan kenapa..
Dimulai dari mana?? Sungguh bodoh untuk bertanya karena,,
hanya aku yang tahu untuk jawaban singkat ini..
sudahlah jangan pernah mengingat dan bertanya..
CUKUP.. apa kamu tidak dengar??
………………………………………………………………..
Dan aku tetap tak bisa mengingat dengan sempurna..
samarsamar suara disebrang mengingatkanku,
akan kisah kambing dan rumput..
rumput yang tidak tegar itu rapuh kembali..
tetapi kambing berjanji untuk menjaga agar rumput tetap tersenyum dan
dia selalu bisa melihat rumput setiap pagi..
akan sayangnya sahabat itu, tak sampai kambing memakannya seperti yang biasa dilakukannya..
pernah suatu hari kambing berjanji akan kembali..
karena dia harus pergi..
rumputpun menjaga dirinya ditemani ilalang yang menutupi karena tingginya..
Sungguh kambing kembali,
Akan tetapi waktu berubah..
Dan rumputpun meminta untuk memakannya sebagai tanda persahabatan..
Akan tetapi kambing tak akan pernah mau…
Dia tetap berpegang teguh pada janjinya,,
Tapi waktu sudah berubah,, rumputpun tak lagi hijau…
Ilalangpun berubah menjadi tinggi..
Akan sayangnya pada kambingpun dia meminta mengambil rumput yang lebih hijau
Dan bisa tanpa dirinya..
Sudah.. dan terjadi..
tetapi, waktu hanyalah waktu…
percobaan tak selamanya berhasil..
Kali ini teori siapapun tak berhasil..
Dan kambingpun menyerah ketika rumput mulai menguning…
Samarsamar suara itu menghilang dan menyadarkanku akan kenangan itu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar