Suatu Senja dimusim kemarau,
Seperti biasa, anak kecil itu..
Duduk di depan teras rumahnya yang sedikit berdebu,
yang tidak terlalu besar,
dan tidak pantas untuk dikatakan layak..
Selalu saja memandangi jalanan, ujung jalan disana
Tidak ada apa dan siapa, hanya terkadang lewat orang
Selalu saja dan setiap hari.
Pandangannya selalu saja kosong dan dingin,
Pernah dia terlewat melakukannya,
tapi semalaman dia terduduk tanpa terlelap dan memandangi langit..
Tak ada yang pernah tahu apa yang terjadi,
Tak ada pertanyaan ataupun jawaban,
Semua terdiam, Sepi...
Pernah suatu hari,
Seseorang yang menjadi belahan nyawanya bertanya,
“ Apa yang sedang kamu lihat anakku, adakah yang ingin kamu tanyakan??
“ Ibu, kenapa dari ujung jalan sana tidak ada yang pernah datang kemari??
“ apa yang kamu maksud anakku??
“ APA IBU TIDAK DENGAR!! KENAPA TAK SEORANGPUN DATANG KEMARI?? TAK ADA!!!
Apa perlu lebih jelas lagi?
Semua terdiam,,
“ Maafkan ibu anakku, belum saatnya ada seseorang kemari, datang dan menemuimu..
Nanti suatu hari,,
Pasti, dan percayalah..
Lalu kenapa kamu duduk disitu anakku?? Mari kita masuk,,
“ Ibu, kenapa kapas dilangit itu hilang?? Senja telah memakannya, Apa aku boleh melakukannya??
“ Anakku, kapas itu akan berubah menjadi jingga ketika kamu ingin memakannya..
Apa kamu tidak ingin melihatnya esok??
“ Aku ingin…!!!
“ Biarlah Senja memakannya, menjaganya dan akan mengembalikannya esok agar kamu bisa terus melihatnya..
“Apakah Senja juga akan menjaga dan mengembalikan Ayah esok??
“ Pasti anakku, sekarang kita masuk dan menunggu di dalam.
Ibu menoleh untuk terakhir kalinya,
Tak ada kata terucap, Sepi..
Rasa anaknya, lebih dari cukup untuk menyadari..
Dan berharap akan ada orang yang datang dari ujung jalan sana,
dan itu Suaminya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar