Sudah kusiapkan semuanya..
Celana hitamku yang setengah usang, baju hitam yang jarang aku pakai..
Kerudung hitam baru, sapu tangan pinjaman dan kacamata seperti artis artis…
sepertinya sudah semua..
Kutengok beberapa saat tumpukan pelengkap itu,
Mungkin aku perlu membawa obat tetes mata, biar ada kesan dramatis dan melankolis..
parah… dan sedikit tidak waras..
Dengan semua serba hitam, kuteteskan sedikit obat tetes ke pinggir kornea mataku..
karna aku takut memakainya ditengah..
Sempurna,
Aksi melankolis akan segera terjadi diantara puluhan pelayat itu…
Yaa.. hanya puluhan karna tidak mungkin ada ratusan pelayat yang datang karna tingkahnya..
Kutaruh sapu tangan pinjaman itu di depan hidungku..
bukan karna aku ingin menimbulkan kesan yang lebih dramatis..
Tapi,
Aku tidak tahan dengan bau minyakminyakan seperti aromatherapy atau apalah namanya..
Dan juga bau yang ditimbulkan dari dalam peti itu…
Kusapa satu persatu keluarganya, karna tak mungkin bagiku pergi tanpa pamit..
Ada tetesan air yang keluar dari dalam kacamata hitamku..
Sangat dramatis dan melankolis..
Dan aku tersadar itu hanya karna pengaruh obat tetes yang aku pakai berlebihan..
Sudahlah..
Lebih baik aku pergi tanpa menabur bunga sedikitpun..
Tanpa melihat siapa didalam peti itu..
Dan tanpa salam perpisahan terakhir untuknya..
Celana hitamku yang setengah usang, baju hitam yang jarang aku pakai..
Kerudung hitam baru, sapu tangan pinjaman dan kacamata seperti artis artis…
sepertinya sudah semua..
Kutengok beberapa saat tumpukan pelengkap itu,
Mungkin aku perlu membawa obat tetes mata, biar ada kesan dramatis dan melankolis..
parah… dan sedikit tidak waras..
Dengan semua serba hitam, kuteteskan sedikit obat tetes ke pinggir kornea mataku..
karna aku takut memakainya ditengah..
Sempurna,
Aksi melankolis akan segera terjadi diantara puluhan pelayat itu…
Yaa.. hanya puluhan karna tidak mungkin ada ratusan pelayat yang datang karna tingkahnya..
Kutaruh sapu tangan pinjaman itu di depan hidungku..
bukan karna aku ingin menimbulkan kesan yang lebih dramatis..
Tapi,
Aku tidak tahan dengan bau minyakminyakan seperti aromatherapy atau apalah namanya..
Dan juga bau yang ditimbulkan dari dalam peti itu…
Kusapa satu persatu keluarganya, karna tak mungkin bagiku pergi tanpa pamit..
Ada tetesan air yang keluar dari dalam kacamata hitamku..
Sangat dramatis dan melankolis..
Dan aku tersadar itu hanya karna pengaruh obat tetes yang aku pakai berlebihan..
Sudahlah..
Lebih baik aku pergi tanpa menabur bunga sedikitpun..
Tanpa melihat siapa didalam peti itu..
Dan tanpa salam perpisahan terakhir untuknya..