Suatu Senja dimusim kemarau,
Seperti biasa, anak kecil itu..
Duduk di depan teras rumahnya yang sedikit berdebu,
yang tidak terlalu besar,
dan tidak pantas untuk dikatakan layak..
Selalu saja memandangi jalanan, ujung jalan disana
Tidak ada apa dan siapa, hanya terkadang lewat orang
Selalu saja dan setiap hari.
Pandangannya selalu saja kosong dan dingin,
Pernah dia terlewat melakukannya,
tapi semalaman dia terduduk tanpa terlelap dan memandangi langit..
Tak ada yang pernah tahu apa yang terjadi,
Tak ada pertanyaan ataupun jawaban,
Semua terdiam, Sepi...
Pernah suatu hari,
Seseorang yang menjadi belahan nyawanya bertanya,
“ Apa yang sedang kamu lihat anakku, adakah yang ingin kamu tanyakan??
“ Ibu, kenapa dari ujung jalan sana tidak ada yang pernah datang kemari??
“ apa yang kamu maksud anakku??
“ APA IBU TIDAK DENGAR!! KENAPA TAK SEORANGPUN DATANG KEMARI?? TAK ADA!!!
Apa perlu lebih jelas lagi?
Semua terdiam,,
“ Maafkan ibu anakku, belum saatnya ada seseorang kemari, datang dan menemuimu..
Nanti suatu hari,,
Pasti, dan percayalah..
Lalu kenapa kamu duduk disitu anakku?? Mari kita masuk,,
“ Ibu, kenapa kapas dilangit itu hilang?? Senja telah memakannya, Apa aku boleh melakukannya??
“ Anakku, kapas itu akan berubah menjadi jingga ketika kamu ingin memakannya..
Apa kamu tidak ingin melihatnya esok??
“ Aku ingin…!!!
“ Biarlah Senja memakannya, menjaganya dan akan mengembalikannya esok agar kamu bisa terus melihatnya..
“Apakah Senja juga akan menjaga dan mengembalikan Ayah esok??
“ Pasti anakku, sekarang kita masuk dan menunggu di dalam.
Ibu menoleh untuk terakhir kalinya,
Tak ada kata terucap, Sepi..
Rasa anaknya, lebih dari cukup untuk menyadari..
Dan berharap akan ada orang yang datang dari ujung jalan sana,
dan itu Suaminya…
22 Juni 2010
Sastra Albertus
Ada satu tempat disana,,
Tempat yang aku benci, tempat yang aku kangen
Dan tempat yang aku kenang,
Suatu bangunan yang tidaklah sebagus gedung Thomas Aquinas,
Dan suatu bangunan yang tidaklah se-rame gedung Justinus
Tapi..
Disana aku mengenang, Suatu hari…
Tidak ada siapasiapa, tidak ada teman
Semua baru hitam dan putih..
Tepat ketika matahari mengamuk diatas kepala,
Tepat ketika aku bertemu dengannya, yaa yaa yaa seperti biasa..
antara seorang kakak dan adik, seorang pria dan wanita, dan sebuah perasaan..
Dan kenangan itu,,
Ada satu bagian terindah dari sana,
Taman kecil, bangku kecil, dan segelas teh Tong dji
Yaa,, kadang aku melihat dan juga mendengar, bahkan menghitung..
1. Teh Tong dJi
2. Teh Tong dJi
3.Botol ciu
4.Botol ciu
5.Botol ciu
6.Botol ciu
7. Rokok
8. Rokok
9. Antara pria dan wanita
10. dan Sebuah perasaan
Semua kangen, akupun juga…
Tempat yang aku benci, tempat yang aku kangen
Dan tempat yang aku kenang,
Suatu bangunan yang tidaklah sebagus gedung Thomas Aquinas,
Dan suatu bangunan yang tidaklah se-rame gedung Justinus
Tapi..
Disana aku mengenang, Suatu hari…
Tidak ada siapasiapa, tidak ada teman
Semua baru hitam dan putih..
Tepat ketika matahari mengamuk diatas kepala,
Tepat ketika aku bertemu dengannya, yaa yaa yaa seperti biasa..
antara seorang kakak dan adik, seorang pria dan wanita, dan sebuah perasaan..
Dan kenangan itu,,
Ada satu bagian terindah dari sana,
Taman kecil, bangku kecil, dan segelas teh Tong dji
Yaa,, kadang aku melihat dan juga mendengar, bahkan menghitung..
1. Teh Tong dJi
2. Teh Tong dJi
3.
4.
5.
6.
7. Rokok
8. Rokok
9. Antara pria dan wanita
10. dan Sebuah perasaan
Semua kangen, akupun juga…
15 Juni 2010
AkuAdalahAku
-->
Airmata itu seperti nyawa tanpa raga...
Ketika raga tak mampu menopang nyawa maka nyawa mencari tempat lain
Seperti halnya aku, ketika aku mulai menyadari arti aku dalam hidupmu..
Aku bukan aku yang kamu mau..
Tapi aku akan menjadi aku seperti inginku..
Bukan seperti inginmu karna aku adalah aku..
Aku akan menjadi sesuatu dalam hidupmu sampai,
kamu benarbenar mengerti arti aku yang sesungguhnya..
Langganan:
Komentar (Atom)