18 Mei 2010

Tinggalkan aku

AKU PERNAH BERJANJI UNTUK TIDAK AKAN MENINGGALKANMU! INGAT? BAGUS!! AKU SUKA KAU MASIH INGAT ITU!! SEKARANG DENGAR..., AKU PASTI MEMENUHI JANJI ITU!! MAKA, KALAU BAHWA ENGKAU INGIN APA YANG KAU MAU ITU TERWUJUD, SEDERHANA SAJA..., TINGGALKAN AKU! SEKARANG

Jika itu maumu

Jika itu maumu.. Ya, lakukan.. jangan pernah membalikkan badan dan mengejarku... itu hanya tipuan.. yakini,, jika kau mampu... tapi.. aku.... aku akan menunggu sampai angin itu membawaku pergi ke taman keabadian..

Hanya Dia

Namun tak kau lihat Terkadang malaikat tak bersayap, Tak cemerlang, tak rupawan Namun kasih ini, silakan kau adu Malaikat juga tahu Siapa yang jadi juaranya... Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia Dirinya bukan malaikat yang tahu siapa lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama Tidak penting. Ia sudah tahu Cinta adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.

Inside my Heart

Bintang malam menyaksikan smua dr tempatnya, tentang letih,tentang sedih,perih.. Dan tentang senyuman kebahagiaan, diantara seribu kenangan yg dilihatnya,ada 1 cerita tentang kita.. Dimana kita bersama,dimana kamu slalu ada untuk menjaga senyum di wajahku.. Dimana kamu tercipta sempurna tuk terangi kelamnya sudut hatiku, dan bintang itu menyimpan cerita kita selamanya...

Sisa Hati

Mataku sudah tak mampu meneteskan airmata lagi,,, jari jariku telah kelu dan hatikupun telah beku... hanya tersisa namamu.. apa aku bisa bertahan dengan hanya mengingat itu???

Tembok..

Nyata mu bukan nyataku... kehidupan kita sungguh teramat berbeda, tak akan pernah aku dapat masuk dalam hidupmu... tembok itu,, ya aku tau.. tak pernah mampu ku tembus walau dengan darah sekalipun..

Untitled

Elang dg sayap yg tLah remuk,, itulah aku.. Tatapan ku pun tak setajam dulu.. Berjalan dalam kegelapan,, meraba dalam kehampaan.. Lalu,, Perlahan tapi pasti,, hatiku mulai tertutup.. Hingga suatu hari kulihat setitik cahaya di ujung lorong panjang ini.. Mulailah aku berbagi bersama cahaya itu.. perlahan kubuka hatiku.. Kami saling berbagi tentang letih,, perih,, tentang luka.. namun,, Sesaat ia diam,,tanpa bahasa tanpa kata.. aku menunggu dan terus menunggu.. Selama perjalanan gelapku,, sayap ku pun telah sembuh,, namun bekas lukanya masih tertoreh disitu.. sebagai pelajaran dan pengingatku di masa depan.. karna,, tak penting bagaimana masa lalu seseorang,, yang penting bagaimana masa depan seseorang.. ku tatap lirih cahaya yg terus terdiam ituu.. apakah ia akan tetap tinggal di ujung lorong ini,, atau,, kan terbang bersamaku menembus awan,, tinggalkan semuanya,, Di sinilah aku..

Ketika

ketika cinta itu datang kau tak menyadarinya.... ketika cinta itu datang kau tak mampu tuk membendungnya.... tetapi ketika cinta itu pergi, menjauh, dan semakin jauh kau akan menyesal.... ketika cinta itu memasuki duniamu janganlah kau menolaknya.. karna semakin kau tolak rasa itu semakin besar dan terus berkembang.. tapi apabila rasa itu SALAH janganlah kau memaksakannya karna akan melukai... seseorang itu dan dirimu... cinta.... hanya sang juaralah yg mampu bertahan... demi cinta yg di uji...

Sebab Setelah Kamu

“ Kalau kamu mau pergi, pergi saja…aku tak akan menghalangimu. Tempuh saja jalan yang kamu yakini itu, karena aku pun yakin dengan pilihanmu. Atau mungkin maunya kamu, aku berusaha menghalangi dan menimbulkan sedikit perdebatan agar tercipta kesan dramatis ?, sebelum akhirnya kamu pergi juga. Aku tak berani menebak, karena salah pengertian selalu menyakitkan. Tapi kalau aku harus jujur, sebenarnya aku tak ingin kamu pergi meninggalkanku sendirian, karena kamu pun tahu bahwa aku tak pernah menemukan orang yang pengertian, dan kamu adalah orang itu. Aku juga tak ingin mengenang semua yang telah kita jalani, nanti saja kalau kamu telah benar-benar pergi dan mungkin tak kembali. Aku tak akan mengantarkanmu ke bandara, biar kamu rasakan betapa sunyinya perpisahan yang dilakukan sendirian. Tak ada yang mengucapkan ’selamat jalan’, tak ada peluk cium perpisahan, tak ada do’a-do’a yang menguatkanmu untuk terus berjalan, tak ada lambaian tangan dan tak ada seseorang yang melihat jejek langkahmu yang semakin hilang itu. Nikmati saja perpisahan sendirian, karena akupun sendirian juga menikmatinya disini. Kalau nanti di tempat barumu terasa sepi dan mungkin ingat aku, hatihati… karena itu tipuan. Dengan berjalannya waktu, itu semua akan hilang perlahan dan kamu akan benar-benar melupakanku. Nikmati saja hidup barumu. Kehidupan yang kamu impikan itu. Tapi kalau kamu berubah pikiran dan ingin kembali padaku, datang saja. Aku tak kan menyerah, sebab setelah kamu…aku tak menemukan siapa-siapa. Dan karena pertemuan tak bisa dilakukan sendirian, maka aku akan datang menjemputmu di bandara itu. Datanglah dengan cepat sayang. Aku ada di barisan paling depan para penjemput. Pakai baju merah tak bersepatu, sebab pakai sendal jepit aku lebih nyaman. Tapi kalau ternyata setelah para penjemput hilang, kamu tak juga datang, dan aku hanya menunggu angin, tenang saja…aku tak kan menyerah, sebab setelah kamu…aku tak menemukan siapa-siapa.”

Tak ada Lagi

Aku sudah tak bisa menangis... karena sudah tak ada air mata lagi... aku sudah tak bisa berkata... karena sudah tak ada kata lagi... aku sudah tak bisa berusaha... karena sudah tak ada kekuatan lagi... kenapa kamu masih belum mengerti... apa arti dirimu untukku... kenapa kamu masih belum sadar... apa arti hadirmu untukku... kenapa kamu masih belum melihat... apa arti KAMU untukku.... sudah lah.... aku tak kuat lagi... maafkan aku kalau aku membisu... bukan karena aku lelah... bukan karena santunku hilang... tapi memang... hati ini sudah tak mengerti hadirmu... hati ini sudah mencapai batas untuk terus maju... hati ini sudah tak bisa lagi menjadi yang terbaik bagimu...

Jiwa yang Sepi

Rindu ini kejam..
Rindu ini mencekam..
Dan atau,, Rindu ini membunuh..
Setelah kumampu bertahan,
Ku tersadar,ku tak cukup tegar..
Ku tak juga sempurna..
Dan lagi apabila... Rindu ini kejam..
Ku berjalan..ke taman keabadian...
Ku Lihat, ya ku lihat...
Nama itu,, nama saudariku..
Rina, betapa nama itu mengingatkanku pada nya...
Pada suatu jiwa yang terluka karna...
Ku menyusurinya, lagi..
Kutemukan jiwa yang terluka itu.. Rina
Pusara putih dengan bunga keabadian ditengahnya,
Ya ku lihat, nama yang meneteskan darah karna rindu yang membunuhnya..