15 Juni 2011

C U K U P

Sudah cukup.
Aku capek.
Dengan semua perlakuanmu, dengan semua tingkah lakumu, dengan semua kegilaanmu.
Pergi.
Kukutuk dirimu, kumuak melihatmu, kubunuh dirimu dari akar hatiku.
Hidup tanpamu membuatku lebih mengerti arti hidup yang abadi.
Hidup tanpamu mebuatku tersadar arti AKU dalam hidupmu.
Hidup tanpamu membuatku merasa lebih berharga dari seonggok batu jalanan.
Dan hidup tanpamu membuatku lebih bahagia.
Jauh sebelum aku mengenalmu dihidupku.
Jauh sebelum aku tau apa arti sayang yang sesungguhnya.
Jauh sebelum aku tau kebusukanmu, dan jauh sebelum semuanya terjadi.
Ketahuilah ada siang dan malam.
Ada matahari dan bulan.
Ada hitam dan putih.
Ada embun dan senja.
Ada romeo dan Juliet.
Tapi.
Tak akan ada kamu dan aku.
Cukup.
Jika tidak sekarang, nanti.
Ya, nanti.
Suatu saat.
Akan datang padamu malaikat.
Mencabut semua ingatan bahkan mencabik nyawa.

Ceritaku to Luve

Aku sudah pulang dari pasar..
Seperti biasa,, setiap pagi, aku membantunya berjualan dan membereskan dagangan..
Tanpa pamrih, karna aku hanya tau kebaikan .
Dan setiap pagi pula aku mendapatkan 1 stick lollipop warnawarni kesukaanku.
Mendapatkan itu saja aku sudah terlampau bahagia..
Disana sini membicarakan kebodohan tiap pagiku dengan perumpamaan pasak dan tiang..
Biarlah..
Aku tidak pedulu, sama sekali, dan untuk apa??
Kesabaran, ketulusan dapat dipetik ketika putus asa memang benar adanya..
Aku mendapatkan hadiah yang amat sangat indah darinya,
belum pernah kudapati tinta emas dengan warnawarna pelangi mengitari sebentuk awan berbentuk hati..
Kutulis 1 kata, 1 kalimat, 1 cerita dalam tiap lembarnya..
Seperti inginku, seperti anganku, seperti asaku..
Tak pernah berubah hitam dan putih, bahkan kilaunya menyilaukan..
Kubelajar kesabaran darinya..

Kesenyapan Penuh Warna

Seharusnya aku mengerti dengan semua akibat…
Seharusnya aku mengerti dengan semua sebab..
Dan seharusnya aku mengerti dengan semua..
Tak ada terlambat untuk belajar, tak ada terlambat untuk memahami..
Dan tak ada terlambat untuk bilang TIDAK..
Tapi apa,
Tak pernah ada kata itu…
TIDAK AKAN ADA KATA SEPERTI ITU..
Dan tak pernah ada kata TIDAK dalam hidupku.
Yaa.. Yaa.. aku tau, bahkan sangat tau sebelum ada yang memulai..
Lama, bahkan sangat lama untuk satu kata TIDAK.
Tak ada yang tau kapan, dimana, siapa, bagaimana kata itu muncul..
Sangat mudah, ringan, bahkan tanpa aku sadari..
TIDAK, selamanya membuatku mencari..
TIDAK, selamanya membuatku menanti..
TIDAK, selamanya membuatku menunggu..
dan TIDAK, untuk kata itu…
tetapi IYA untuk sebuah warna..

Tinta Pelangi

Aku ingin..
Aku sangat ingin…
Dan bahkan terlalu ingin..
Melucuti semua pakaianku, menanggalkan semua yang aku kenakan..
Lalu,,
Aku mengutuk diriku sejadi-jadinya, mencaci diriku..
Marah sejadi-jadinya, berteriak, menangis, mengumpat, tertawa…
Aku ingin semua rasa bercampur,
seperti ketika aku mengaduk dua scoop es krim vanilla dan coklat..
seperti ketika aku merasa susu bercampur kopi itu terasa lebih niikmat..
seperti ketika aku menyukai bentuk awan seperi permen kapas kesukaanku..
seperti ketika aku sadar bahwa embun hanya ada dipagi hari dan senja hanya ada di sore hari,,
seperti ketika aku memahami bahwa hidup hitam dan putih itu tidaklah menarik…
seperti ketika aku mengerti bahwa hidup tanpa jantung hanyalah membuatku kehilangan..
dan seperti selembar kertas…
aku menulis, merangkai kata indah bahkan sangat indah..
lalu,,
aku tersadar bahwa rangkaian kata itu tidaklah indah seperti anganku…
kurobek paksa, tidak bisa.
Kurobek sekali lagi, tidak bisa.
Sudah berulang kali merobeknya tapi tidak pernah berhasil..
Kulipat selembar kertas itu dengan senyum…
Dan mencoba menulis dengan tinta pelangi..

15 November 2010

Dear You,,

Dear You,

Heyyy,,, apa kabar??? Ku harap baik..
Tidak pantas aku bicara seperti ini, sungguh aku tidak mau  menyakiti siapapun,
Dan seharusnya aku tahu, bagaimana keadaanmu.. bagaimana hatimu..
Tapi sudah aku coba, mungkin sekali karna aku memang tidak berniat mencoba..

Ini sakit..
Aku tau,

Tapi,
Apakah tidak lebih menyakitkan ketika kamu tahu aku berpura- pura??
Tidak baik untukmu bahkan untuk hati yang aku paksa..

Aku juga sakit, perasaan bersalah yang kian menjadi..
Dan ketika aku melihat bayanganmu di ujung kelas itu,,
Aku semakin membenci diriku..
Aku tak sanggup untuk bercermin... betapa jahatnya aku..
Untuk hal yang semudah ini aku tak bisa..
Bagaimana untuk menuntun hatimu nanti??

Sudahlah,,
Ikhlaskan aku...
Memang lebih baik dengan keadaan seperti ini,
Untukmu mengerti dan untukku belajar..

Apa yang dirasa itu tak harus dipendam..
Apa yang diinginkan tak harus dipunya..
Aku yakin akan ada seseorang yang lebih baik bahkan jauh lebih baik dari aku..

Dan aku berjanji..
Aku akan bahagia bersama seseorang pilihanku..
Tragis memang,, tapi harus.
Ini yang membuat aku kuat dan ini yang membuat kamu bangkit..

Tak ada awal

Tak ada awal..

Sungguh aku tak tahu kapan mulainya dan memulai dari mana..
Begitu saja dan mudah..
Saling menyapa dan bercerita..

Hanya itu,,

Tapi kenapa terasa lebih penting?? Mungkin biasa dan banyak
tapi tidak kali ini..

Akupun sangat sulit untuk mengungkap apa dan kenapa..
Dimulai dari mana?? Sungguh bodoh untuk bertanya karena,,
hanya aku yang tahu untuk jawaban singkat ini..
sudahlah jangan pernah mengingat dan bertanya..

CUKUP.. apa kamu tidak dengar??

………………………………………………………………..

Dan aku tetap tak bisa mengingat dengan sempurna..
samarsamar suara disebrang mengingatkanku,
akan kisah kambing dan rumput..

rumput yang tidak tegar itu rapuh kembali..
tetapi kambing berjanji untuk menjaga agar rumput tetap tersenyum dan
dia selalu bisa melihat rumput setiap pagi..
akan sayangnya sahabat itu, tak sampai kambing memakannya seperti yang biasa dilakukannya..

pernah suatu hari kambing berjanji akan kembali..
karena dia harus pergi..
rumputpun menjaga dirinya ditemani ilalang yang menutupi karena tingginya..

Sungguh kambing kembali,

Akan tetapi waktu berubah..
Dan rumputpun meminta untuk memakannya sebagai tanda persahabatan..

Akan tetapi kambing tak akan pernah mau…
Dia tetap berpegang teguh pada janjinya,,

Tapi waktu sudah berubah,, rumputpun tak lagi hijau…

Ilalangpun berubah menjadi tinggi..

Akan sayangnya pada kambingpun dia meminta mengambil rumput yang lebih hijau
Dan bisa tanpa dirinya..

Sudah.. dan terjadi..

tetapi, waktu hanyalah waktu…
percobaan tak selamanya berhasil..

Kali ini teori siapapun tak berhasil..
Dan kambingpun menyerah ketika rumput mulai menguning…

Samarsamar suara itu menghilang dan menyadarkanku akan kenangan itu..

5 Jiwa dalam 1

Tepat di suatu sore aku berjalan dengan saudarisaudariku,,
Akupun sangat tau dan hapal dengan jalan ini, jalan menuju taman serupa..

Kenapa aku bisa sangat ingat???

Padahal kejadian itu sudah berapa lamanya..
Heyy,, aku tidakkah lupa, hanya berpurapurakah???

Kususuri jalan yang sangat aku tau itu, tidak lama dan tidak jauh.
Kugandeng saudariku itu satu persatu, kuperkenalkan pada taman yang sangat aku tau itu..
Ragamu menuntun pada suatu bangku,, hanya bangku kayu yang tidak spesial juga.

Hanya Ragamu melihat betapa Laut Biru sangat menikmati bangku itu.. bangku kayu yang tidak spesial juga membuat Ratu Ungu mulai mengingat..

Mengingat apa yang terjadi berapa masa sebelum bangku kayu yang tidak spesial itu lembab. Tetapi Ragamu sudah tak mampu lagi mengingat apapun,, sekalipun pada suatu masa juga dia bisa serupa mengingat jalan, bangku dan taman yang sangat aku tau.

Apa Ragamu mendengar kerapuhan pada jiwa yang tegar atau berpurapura tegar pada taman yang sangat aku tau itu???
Yaa,, itu saudariku Merah Darah. Ketegaran sungguh terbalikkan dengan keadaan di taman yang sangat aku tau itu.

Ragamu mulai capek, Ratu Ungu semakin mengingat… diapun tau siapa lelaki itu.
Ragamu mulai melemah, mengingatkan… aku tau itu cara mengingat yang sempurna.. mungkin terlalu sempurna.

APA???? TIDAKKAH KAU INGAT SIAPA DIA???? HAAA????
Semakin membuat Merah Darah tak juga andil..

KAU MASIH TAK INGAT???
Langit Hijau yang diampun tak juga andil…

Sungguh ini bukan cara yang baik,, aku tau itu.

APA PERLU AKU MENGINGATKAN UNTUKMU????

Aku merasakan Ragamu mulai menjerit, aku tau saudariku yang terluka..

Heyy, BODOH!!!! KAU TAK PERLU TAU SIAPA DIA.. KAUPUN TAK PERLU MENCOBA MENGINGATNYA.
Itu hanya membuatmu BODOH. KAU TAU ITU, HAAA????? KAU INGAT APA YANG AKU KATAKAN!!!!

“SUDAH CUKUP KAU BODOH, DAN TAK USAH MENGULANGNYA” Langit Hijau mengikuti perkataan Merah Darah.

Ratu Ungupun marah, saudariku itu berusaha mengingat dan terus mencoba memberitahuku siapa lelaki dalam taman serupa yang aku tau itu.

Kau tau,,, kau harus tau. Kau itu bodoh, kau tau siapa dia??? Kenapa ke-3 saudarimu tak mau memberitahumu.

Lelaki itu membuatmu seperti ini, lelaki kurang ajar itu membuatmu sakit dalam kerinduan..
Membunuhmu perlahan dalam kehampaan.

Kau tau itu…

Jangan pernah datang dalam taman serupa yang aku tau itu,, janganpernah datang lagi jika tak ingin membuat luka.

Dan, jangan pernah mengingat jalan taman serupa yang aku tau itu.


Character: Merah Darah, Langit Hijau, Laut Biru, Ratu Ungu, Ragamu.

22 Juni 2010

Senja, Rindu dan Ibu

Suatu Senja dimusim kemarau,

Seperti biasa, anak kecil itu..

Duduk di depan teras rumahnya yang sedikit berdebu,

yang tidak terlalu besar,
dan tidak pantas untuk dikatakan layak..

Selalu saja memandangi jalanan, ujung jalan disana

Tidak ada apa dan siapa, hanya terkadang lewat orang

Selalu saja dan setiap hari.

Pandangannya selalu saja kosong dan dingin,

Pernah dia terlewat melakukannya,

tapi semalaman dia terduduk tanpa terlelap dan memandangi langit..

Tak ada yang pernah tahu apa yang terjadi,
Tak ada pertanyaan ataupun jawaban,

Semua terdiam, Sepi...

Pernah suatu hari,
Seseorang yang menjadi belahan nyawanya bertanya,

“ Apa yang sedang kamu lihat anakku, adakah yang ingin kamu tanyakan??

“ Ibu, kenapa dari ujung jalan sana tidak ada yang pernah datang kemari??

“ apa yang kamu maksud anakku??

“ APA IBU TIDAK DENGAR!! KENAPA TAK SEORANGPUN DATANG KEMARI?? TAK ADA!!!
Apa perlu lebih jelas lagi?

Semua terdiam,,

“ Maafkan ibu anakku, belum saatnya ada seseorang kemari, datang dan menemuimu..

Nanti suatu hari,,
Pasti, dan percayalah..

Lalu kenapa kamu duduk disitu anakku?? Mari kita masuk,,

“ Ibu, kenapa kapas dilangit itu hilang?? Senja telah memakannya, Apa aku boleh melakukannya??

“ Anakku, kapas itu akan berubah menjadi jingga ketika kamu ingin memakannya..
Apa kamu tidak ingin melihatnya esok??

“ Aku ingin…!!!

“ Biarlah Senja memakannya, menjaganya dan akan mengembalikannya esok agar kamu bisa terus melihatnya..

“Apakah Senja juga akan menjaga dan mengembalikan Ayah esok??

“ Pasti anakku, sekarang kita masuk dan menunggu di dalam.

Ibu menoleh untuk terakhir kalinya,

Tak ada kata terucap, Sepi..

Rasa anaknya, lebih dari cukup untuk menyadari..

Dan berharap akan ada orang yang datang dari ujung jalan sana,
dan itu Suaminya…

Sastra Albertus

Ada satu tempat disana,,

Tempat yang aku benci, tempat yang aku kangen

Dan tempat yang aku kenang,

Suatu bangunan yang tidaklah sebagus gedung Thomas Aquinas,

Dan suatu bangunan yang tidaklah se-rame gedung Justinus

Tapi..

Disana aku mengenang, Suatu hari…

Tidak ada siapasiapa, tidak ada teman

Semua baru hitam dan putih..

Tepat ketika matahari mengamuk diatas kepala,

Tepat ketika aku bertemu dengannya, yaa yaa yaa seperti biasa..

antara seorang kakak dan adik, seorang pria dan wanita, dan sebuah perasaan..

Dan kenangan itu,,

Ada satu bagian terindah dari sana,

Taman kecil, bangku kecil, dan segelas teh Tong dji

Yaa,, kadang aku melihat dan juga mendengar, bahkan menghitung..

1. Teh Tong dJi
2. Teh Tong dJi
3. Botol ciu
4. Botol ciu
5. Botol ciu
6. Botol ciu
7. Rokok
8. Rokok
9. Antara pria dan wanita
10. dan Sebuah perasaan

Semua kangen, akupun juga…

15 Juni 2010

AkuAdalahAku


-->
Airmata itu seperti nyawa tanpa raga...
Ketika raga tak mampu menopang nyawa maka nyawa mencari tempat lain
Seperti halnya aku, ketika aku mulai menyadari arti aku dalam hidupmu..
Aku bukan aku yang kamu mau..
Tapi aku akan menjadi aku seperti inginku..
Bukan seperti inginmu karna aku adalah aku..
Aku akan menjadi sesuatu dalam hidupmu sampai,
kamu benarbenar mengerti arti aku yang sesungguhnya..